Abrasi Ancam Rumah Warga Bekasi yang Dekat Dengan…

Judi Online Indonesia

loading… LIGA188

BEKASI – Setiap tahun kejadian longsor yang disebabkan abrasi Kali Bekasi terus memicu kepanikan warga. Apalagi setiap musim hujan separuh tanah di Bekasi terbawa derasnya air sehingga hilang sepanjang dua kilometer.

Hal itu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Lahan yang tergerus air kiriman Kali Bekasi itu terdapat di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Teluk Pucung, Bojong Menteng, Sepanjang Jaya, Marga Jaya, dan Margahayu.

“Kalau untuk wilayah seperti Kelurahan Jakasetia, Pekayon, dan Margamulya malah mengalami penambahan tanah. Sebab, tanah yang longsor akan bergerak ke sisi kiri Kali Bekasi,” kata Wakil Ketua Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi, Karsono kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Karsono tak menampik, secara topografi wilayah Kota Bekasi memiliki kemiringan 2 derajat atau 27 meter dari permukaan laut. Sehingga, fenomena longsor akan terjadi hanya di sisi kanan Kali Bekasi. Sedang wilayah di bagian kiri akan terus mengalami penambahan. “Karena kondisi wilayah kita memang mengalami kemiringan,” ujarnya.

Baru-baru ini, kata dia, ada pergerakan tanah di Perumahan Kemang Pratama, I Bekasi Selatan. Di lokasi itu ditemukan ada pergeseran tanah sepanjang 5 meter, dengan kedalaman 50 centimeter. Dia menduga, kejadian ini disebabkan karena derasnya aliran Kali Bekasi. “Informasi warga, saat kejadian pintu air Hasibuan memang dibuka,” katanya.

Dia mengaku, sheet pile yang terdapat di sepanjang Kali Bekasi tidak kuat menahan laju air saat bendungan di buka. Sehingga, kondisi tanah perlahan-lahan terkikis dengan kecepatan air yang menuju bagian utara.

“Air dari hulu sangat deras dengan ketinggian 300 tinggi muka air, sehingga dorongannya cepat sampai ke hilir,” paparnya.

Kejadian longsor bukan sekali yang terjadi. Di tahun 2017 lalu, juga pernah terjadi hal serupa, tepatnya di Kelurahan Sepanjang Jaya. Saat itu, kontur tanah menjorok ke dasar Kali Bekasi sedalam tiga meter. “Kemungkinan akan terus terjadi, kalau sheet pile yang dibangun tidak kuat menahan laju air,” imbuhnya.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Junaedi mengatakan, upaya pemerintah daerah untuk mengatasi kemiringan kontur tanah Kota Bekasi, sudah dilakukan dengan cara melakukan pembatasan pendirian gedung. Terutama, untuk pembangunan di wilayah utara. “Setiap gedung yang berdiri diperbolehkan berdiri setinggi 150 meter dari tanah,” katanya

Terkait kemiringan wilayah Bekasi sebaiknya menjadi pekerjaan bersama pemerintah pusat. Sebab, disitu tersangkut juga sebagian wilayah DKI Jakarta, dan Kabupaten Bekasi. “Karena ruang terbuka hijau yang kita miliki hanya 17 persen,” jelasnya.

(ysw)

Agen Slot