Pembuatan KIA di Tangsel Meningkat, Ada Jasa Calo Bertarif Rp100…

Judi Online Indonesia

loading…

TANGERANG SELATAN – Tingginya animo warga membuat Kartu Identitas Anak (KIA), di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dimanfaatkan sejumlah oknum untuk meraup untung. Para oknum itu menawarkan jasa titip (jastip) membuat KIA kolektif dengan imbalan tertentu.

Nilai yang ditawarkan pun beragam, mulai yang paling kecil Rp50 ribu, menengah Rp75 ribu, hingga Rp100 ribu. Warga yang memakai jastip pun rela, selama tidak antre.

Agung, salah seorang warga mengatakan, banyak yang mengunakan jastip, karena dinilai lebih membantu. Warga yang menawarkan jastip juga banyak berasal dari para pengurus RT dan kelurahan terkait.

“Kalau di tempat saya dimintai uang Rp75 ribu untuk mengurus KIA. Banyak yang mau, karena warga terima beres,” katanya, saat berbincang dengan Koran SINDO, Kamis (10/1/2019).

Meski demikian, Agung mengaku, anaknya yang masih duduk di bangku SD belum membuat KIA. Dirinya pun bingung, kenapa KIA diwajibkan. Padahal, akte lahir sudah ada, sehingga dirinya belum membuatnya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Azni. Di lingkungan rumahnya, pembuatan KIA secara kolektif dengan jastip sudah mulai berjalan, dengan tarif Rp75 ribu.

“Warga sih tidak keberatan, karena memang lebih simple. Tidak perlu ribet antre gendong-gendong bayi dan menuntun anak. Biasanya dimintai Rp75 ribu. Tetapi ada juga yang dimintai Rp100 ribu,” jelasnya.

Sama dengan Agung, Azni pun belum punya KIA, karena enggan ikut antre dan melihat KIA masih belum terlalu penting bagi anaknya yang masih bayi. Dirinya melihat, KIA sebagai fenomena yang sedang terjadi.

“Belum sempat saja. Sibuk di rumah. Saya ini ibu rumah tangga. Memang waktu cukup banyak, tapi habis mengurus kebutuhan di rumah. Jadi belum sempat bikin,” paparnya.

Berbeda dengan Agung dan Azni, Anita, warga lainnya mengaku tidak yakin dengan jastip di lingkungannya. Karena, KIA yang dijanjikan tidak kunjung jadi. Tetapi, oknum tersebut terus mencari pembuat KIA.

“Di tempat saya juga ada, bayar Rp75 ribu. Tetapi tidak pernah jadi-jadi. Makanya saya jadi malas buat KIA pakai jastip. Apalagi, bayarnya juga lumayan,” sambungnya.

Pembuatan KIA melalui jastip mulai marak, saat melihat animo warga yang tinggi membuat kartu itu. Penawaran jastip ini juga disebar melalui pesan berantai di grup WhatsApps (WA) oleh Ketua RT terkait.

Adapun pesan berantai pembuatan KIA melalui jastip ini, berisi syarat yang harus disiapkan warga membuat KIA, seperti fotokopi KK, surat nikah, akte anak, dan pas poto 2×3 dan 3×4 sebanyak 2 lembar.

(ysw)

Agen Slot