Tumpukan Sampah di Kali Pusang Batu Bekasi Sudah…

Judi Online Indonesia

loading…

BEKASI – Sampah rumah tangga menutup aliran Kali Pusang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Gundukan sampah yang memenuhi aliran sungai sepanjang sekitar 12 kilometer, sudah mirip jalanan.

Kondisi sungai yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bekasi dengan Jakarta Utara ini sudah terjadi sejak satu tahun terakhir. Akibat tumpukan sampah itu, warga mulai terserang penyakit gatal-gatal. Sampah itu umumnya berasal dari sampah rumah tangga warga setempat yang belum memiliki lokasi pembuangan akhir.

“Kalau dihitung jaraknya dari ujung sampai sini, ada 12 kilometer. Ini hilirnya dari tempat saya yang mengarah ke Marunda arah laut. Ini sampah dibuang karena belum ada lokasi pembuangan sampah,” ujar Muntasor (51), warga Kampung Kali Pusang, Kamis (3/1/2019).

Ia menyebut Kali Pusang ini sudah ditutupi sampah sejak tahun lalu. Warga sudah risih dengan aroma yang dikeluarkan sampah. Bahkan, dari jarak 10 meter saja, bau tidak sedap itu sudah bisa dirasakan seluruh warga yang tinggal di lokasi kejadian.

“Napas bisa nyesek. Malah kebersihan air sudah tidak terjamin, karena airnya gatal dan air sungainya sudah tidak bisa dikomsumsi,” ucapnya.

Muntasor mengkhawatirkan atas kesehatan masyarakat sekitar. Karena, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat warga akan diserang sejumlah penyakit yang dihasilkan dari endapan sampah di Kali Pisang.

“Kondisinya sangat jorok sekali. Baunya sudah tidak karuan, khawatir bisa mengganggu kesehatan anak-anak disini,” paparnya.

Tumpukan Sampah di Kali Pusang Batu Bekasi Sudah Mirip Jalanan

Kabid Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto, mengaku sudah mendapat informasi adanya tumpukan sampah di Kali Pusang. Hanya, pihaknya tidak bisa langsung mengangkut tumpukan sampah tersebut karena berbagai pertimbangan.

“Kalau kami angkut sekarang besok akan terjadi yang lebih besar lagi warga membuangnya,” katanya.

Pihaknya sudah pernah mengalami, ketika lokasi pembuangan sampah liar dibersihkan, keesokan harinya warga kembali membuang sampah dengan jumlah yang lebih besar.

Untuk itu, kata dia, perlu adanya penindakan dari pemerintah langsung, dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), agar pembuang sampah sembarangan jera. Saat ini pemerintah sangat sulit membuat titik pembuangan sampah resmi lantaran kesulitan lahan.

(thm)

Agen Tangkas