Wali Kota Bekasi dan Wakillnya Beda Data soal Jumlah Pengangguran

Judi Online Indonesia

loading… LIGA188

BEKASI – Pucuk pimpinan di Pemerintah Kota (Pemkot) berbeda data terkait jumlah pengangguran di wilayahnya. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut pengangguran di daerah itu saat ini mencapai 6 persen dari jumlah penduduk 2,6 juta.

Sedangkan wakilnya, Tri Adhianto mengaku per Desember 2018 jumlah pengangguran di wilayahnya mencapai 9 persen. Angka ini diklaim berdasarkan pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima pemerintah beberapa waktu lalu.

“Bukannya enam persen? Kamu nambah-nambahin saja. Yah sudah, kompromi saja enam persen,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkelakar kepada wartawan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (18/3/2019).

Meski berbeda data, namun Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menanggulangi persoalan itu. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Tenaga Kerja dalam meningkatkan peningkatan kapasitas sertifikasi sebanyak 3.500 peserta.

Namun, kata dia, jumlah ini tidak akan cukup dengan target yang dipatok untuk menyasar 150.000 pengangguran di wilayah setempat selama lima tahun. “Makanya saya berpikir lebih baik kita kerja sama dengan ini (BBPLK). Kita bangun dua blok lagi seluas dua hektar di Mustikajaya, Kota Bekasi,” ujarnya.

Menurut dia, gedung BBPLK yang ada saat ini kurang representatif untuk mengakomodir kebutuhan para pencari kerja dalam meningkatkan ketrampilannya. Apalagi BBPLK ini, kata dia, menampung para pencari kerja dari berbagai daerah untuk mengasah keterampilan.

Rahmat menjelaskan, pemerintah daerah hanya bisa membantu membangun fasilitas tersebut. Sementara untuk panduan teknis dalam pelatihan kerja, akan disesuaikan dengan standarisasi dari BPPLK. “Tadi sudah kita sampaikan, apabila ada perusahaan yang mencari tenaga kerja agar diutamakan warga Bekasi,” tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Sudirman mengatakan, pemerintah daerah tentu memfasilitasi para tenaga kerja dalam mencari pekerjaan. Selain berkoordinasi dengan BBPLK dalam meningkatkan kompetensi pekerja, pemerintah juga menggandeng pihak ketiga dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

“Kami koordinasi dengan pihak swasta nanti akan disesuaikan pekerjaannya dengan jurusan mereka di BBPLK,” katanya.

Agen Slot